238 kali dibaca
|

Dua Orang Simpatisan Ketua DPRD Ancam Usir Wartawan Dari Karimun

Raja Baktiar

Raja Baktiar.

Karimun, Radar Kepri-Simpatisan Ketua DPRD Kabupaten Karimun tidak terima tentang pemberitaan yang di muat media Radar Kepri,  terkait dengan ketua DPRD Kabupaten Karimun. Kedua simpatisan Ketua DPRD ini kemudian mengadakan perjumpaan dengan tiga wartawan terkait dengan pemberitaan di Hotel Aston Karimun, Selasa (21/05).

Edo yang mengaku Ketua Barisan Pemuda Partai Golkar menyatakan.”Saya tidak terima tentang pemberitaan itu. Sekarang saya tidak ada urusan tentang pemberitaan tentang ketua DPRD, ketika perjumpa dengan kalian di kantornya waktu itu. Yang saya persoalkan sekarang ini, kenapa kalian menyangkutkan pemberitaan tentang partai Golkar. Termasuk foto beliau yang kalian muat memakai baju Golkar. Itu artinya kalian sudah melakukan pencemaran nama baik partai Golkar di hadapan publik.”kata Edo tanpa menjelaskan Ketua DPRD itu dari Partai apa.

Edo juga meminta supaya.”Kamu (wartawan ) segera memberbaiki berita itu. Karena pemberitaan  sudah  mencederai di hadapan publik. Dan saya tidak mau ini ini di bicarakan berdasarkan UU Pers. Karena setiap baju dan atribut partai dikaitkan dengan pemberitaan, saya yang bertagunggung jawab.”Kata Edo.

Aneh juga mendengar celoteh ketua organisasi sayap partai warisan Orde Baru ini, karena terkesan posisinya lebih tinggi dibandingkan ketua DPR Golkar Provinsi Kepri maupun ketua DPD Golkar Karimun.

Supir pribadi ketua DPRD Karimun juga angkat bicara terkait dengan pemeritaan itu menyatakan.”Ketua DPRD itu-kan publik figure, jadi untuk mencari fotonya di internet dan juga di humas paling gampang. Kenapa kalian harus muat foto beliau pakai baju Golkar. Saya gak mau terbawa emosi, berita itu tidak sesuai dengan hakikat yang di tanyakan. Itu bukan berita tapi. Tendensius, pencemaran nama baik dan mengajak masyarakat supaya hati-hati memilih pejabat yang tidak mau tau tentang perkembangan Karimun dan pemberitaan yang ada di Radar Kepri itu adalah pencemaran nama baik.”celoteh supir pribadi Raja Baktiar itu layaknya profesor ahli hukum pidana.

Keduanya meminta supaya segera memperbaiki dan klarifikasi pemberitaan itu, karena orang ramai sudah baca berita dan mencemarkan nama baik dan Ketua DPRD Karimun. Anehnya, ketua DPRD kabupaten Karimun sendiri tidak keberatan dan adem ayem saja, terhadap berita yang menurut Edo dan supir pribadi ketua dewan itu mencemarkan nama baik ketua DPRD dan Partai Golkar.

Padahal secara UU Pers setiap pemberitaan yang di anggap mencemarkan nama baik tinggal melakukan klarifikasi dan melaporkan ke dewan pers. Atau kalau tidak bisa diselesaikan bersama dengan dewan pers, pihak merasa dirugikan dipersilahkan menempuh jalur hukum lainnya.

Karena tidak terima dengan hasil pertemuan dengan wartawan kedua simpatisan ketua DPRD Karimun mengancam wartawan.”Kami datang ke sini baik-baik, jangan terulang ke dua kali. Kamu buat gitu, anda di usir dari sini. Abang mau bukti ?”katanya dengan nada tinggi.

Ditambahkan.”Kalau tidak ada itikad baik untuk memulihkan partai kami, Pak Raja terima saja konsekuensi apa pun itu. Dan kalau kalian dua mau ikut, silakan kalau tidak jangan.”kata supir pribadi Ketua DPRD Karimun terhadap wartawan sambil meninggalkan wartawan.

Ulah dua orang ini tentu saja mengingatkan masyarakat ketika rezim orde baru (Orba) berkuasa yang memimpin dengan tangan besi dan otoriter. Pada rezim orde baru, pihak-pihak yang dianggap berseberangan dan kritis di bungkam. Mungkinkah reformasi tidak sampai ke Tanjungbalai Karimun sehingga pola dan gaya rezim Orba masih saja sering di praktekkan ?.

Hingga berita ini di unggah, media ini belum berhasil menjumpai ketua DPRD Karimun, Raja Baktiar guna konfirmasi. Apakah kedua orang yang mengancam dan menyuruh wartawan angkat kaki dari Karimun atas perintahnya ?. (jds )

Ditulis Oleh Pada Mei 22 2013. Kategory Karimun, Terkini. Anda dapat mengikuti respon untuk tulisan ini melalui RSS 2.0. Anda juga dapat memberikan komentar untuk tulisan melalui form di bawah ini

Komentar Anda

Radar Kepri Indek